Kamis, 29 September 2011

Surat darinya untuk ibu

Oleh: Rahmad NutiharSumber: Kompasiana  Terdiam sendiri dalam keheningan malam, sapa sang bulan basuh keningku. Keseharian ku dipenuhi dengan aktifitas yang melelehkan dan kini kurebahkan tubuhku diatas kasur. Sebagai pengusir kepenatan juanya ku mengambil secarik kertas yang berada di rak buku. kemudian kutumpahkan tinta dipermukaannya. pena lama dan tak lazim digunakan ku pakai untuk menulis...

Read more…

Selasa, 27 September 2011

Alhamdulillah Yaa

Oleh: Makmur DimilaSumber: Harian Aceh,  26 September 2011Bercita-cita menjadi artis ibarat pungguk merindukan bulan bagi Sonia. Mustahil. Beberapa kali ikut audisi, temannya Aya itu tak lulus. Daripada daripada, ia pun memilih ikuti saja budaya artis ibukota. Apa yang artis pakai dan ucapkan, ditirunya.Tingkah artis Indonesia tak jarang membuat fansnya tergila-gila, tak terkecuali Aceh, seperti Sonia juga Aya. “Alhamdulillah yaa,” kata mereka juga remaja atau pemuda Aceh sesama...

Read more…

Sabtu, 24 September 2011

Tidak Hanya Lulus Belaka

Oleh: Iqbal Perdana Kembali Universitas Jantoeng Hatee Rakyat  Aceh wisudakan mahasiswa-mahasiswa terbaik dalam memenuhi dan menyempurnakan bangsa, khususnya Aceh.Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang dicapai juga sangat memuaskan,mahasiswa yang sangat memuaskan dan terpuji (Cumlaude) mendominasi persentase nilai kelulusan ketimbang memuaskan. Pendidikan yang ditempuh selama sekian...

Read more…

Jumat, 23 September 2011

Lupa Jalan Pulang

Karya: Ferdian A MajniSumber: Harian Aceh Yang segala indah kau sebut berhalamenyadarkan kegalauan hati ini yang tergores dukakuingin mengeja hati tak terbatas waktuseperti kemerlap malam yang di rampas mentari senjaaku rapuh dengan sejuta kesedihan yang tak berkesudahanseperti airmata yang melanda kampungku sepekan setelah bandangentah kapan aku bisa melanjutkan perjalan inisetelah aku tertatih di...

Read more…

Ketika Bersaman

Karya: Ferdian A MajniSumber: Harian Aceh Lintasgayo Aku terpana pada tangan yang bersaman di ujung Gayoberpentas seribu harapan pada tarian yang terlukaketika ia terkenal dan aku yang bersaman dilupakanaku tak juga rapuh, bahkan menentang kekuasaan itukadang tanah kelahiranku diabaikan atau terhapus goresan petatatkala aku mengadu nasib pada jantung negeri malammengarak awan hitam itu menyangga...

Read more…

Negeri Pesakitan

Karya: Ferdian A MajniSumber: Harian Aceh Aku terusik lagi dengan tingkah penguasayang membunuh jiwaku bertubi-tubiaku takluk lagi dengan tipu penguasayang menindas ragaku berpuing-puingaku makin terperosok dalam jurang tajammemagutku diam lidah yang keluuntukmu kuasah luka yang tak pernah sembuhkuniscayakan tanpa sebab yang harus diperdebatkan Banda Aceh, 22 Februari 2011&nb...

Read more…

Keyakinan

Karya: Ferdian A Majni Sumber: Harian Aceh Pada sebuah hati yang semestinya aku tenggelamdalam pusara nadinamun keteduhan baitmumembuatku terlena bak kecupan cintatak pernah henti kureka-rekabayangmu dalam munajat doaagar gemuruh rindu tak pongah dijamah senjanamun aku tertatih mengeja hatidalam kembara hari-hari esok menengadah pada langitmengarak segala doa yang tak bersyairaku masih tetap bertasbih di sewaktu hariketika perang menabuh luka bertalu-talunamun tak pernah bisa menjungkirbalikkan...

Read more…

Setelah Esok

Karya: Ferdian A Majni Sumber: Harian Aceh Seperti senja yang bergelayut malu pada temaram hatiaku enggan memejamkan mata pada ujung malammenyekat jejakmu yang semakin jauh kujamahmenyambut usiamu yang datang tak pernah jenuhyang terangi langit pekat tatkala purnama malam itu Kugores bahagia ini pada kedua sayap patahmuhingga kau terbang tak terwatas menara langitantara mengurai makna bahagia dan duka di sanubarimulewat bahasa sajak yang terpatri dalam hidupmuingatan kita tetap merangkul luruh...

Read more…

Kamis, 22 September 2011

Senyum yang Kembali di Negeriku

Normal 0 false false false EN-US X-NONE TH ...

Read more…

Begitu Melelahkan

Senja semakin kelam ditelan risau wajahnya aku pun terhanyut dalam peluhnya, perih tak ada langkah yang ku sesali ku biarkan waktu berjalan memakan kesedihan hanya ada tangis yang membalut malam tersentuh jari yang bermusim di tengah badai, pilu dan raga terhempas terbawa semilir angin yang mencabik, tanpa pisau teraliri darah Kutaradja, 24 Agustus 2...

Read more…

Filosofi Warna

Oleh: Nazar Shaha AlamSumber: Harian Aceh, 22 September 2011 Terkadang, tak jarang, ada manusia yang memiliki warna kesukaan atau warna favoritnya. Biasanya mereka akan berfilosofi sendiri atas warna-warna yang dipilihnya. Bisa jadi seseorang memilih warna tertentu karena suka melihatnya semata, bisa jadi karena memiliki satu kenangan yang indah dengan warna tersebut, bisa jadi pula karena ikut-ikutan filosofi orang.Perihal warna, genk Apache juga mempunyai tabiat memfavoritkannya. Mereka...

Read more…

Ilmu Perasaan

Oleh: Nazar Shah AlamSumber: Harian Aceh, 18 September 2011 Pengko pulang ke kampungnya demi suatu kepentingan. Orang tuanya mendadak menyuruhnya pulang untuk bertanya kapan ia akan benar-benar mengajak emaknya melamar Maryam. Pengko dilanda dilema. Ia sekarang juga sedang merajut kasih dengan Cornelia, perempuan asal Australia. Pengko dan Cornelia berkenalan saat mereka sama-sama mengikuti pertemuan penulis di Bali. Cornelia bahkan mengatakan pada Pengko jika nanti mereka bisa menikah ia...

Read more…

Kita

Karya: Fira Alhaura Kitaialah awan yang selalu mengindahkan langitialah mentari yang menghangatkan bumi cintaialah tangis air mata yang memecah gemuruh ombakialah musin gugur yang meruntuhkan kegalauandan menggantinya dengan ketulusan hatiialah lumba-lumba yang terus mengejar nafas kelembutanialah jiwa yang bertahta pada kemilau menara Eiffelialah puisi yang menerbangkan senyum di atasArc de Triomphe Kita adalah mimpi Pemimpi romantisme negerigadis musim gugurParis Banda Aceh, 22 Mei 2...

Read more…

Arti Sesuatu

Karya: Fira Alhaura Bukannya aku tak bisa menggoreskan pena untukmenghapusmu dari akusebab kau, wanitakau tak bisa mengambil lentera malam ini untuk terangi perih dalam gundahbiarkan aku menyelimutinya dengan raga yangbertelanjang jariyang pernah kita temui dalam sebuah rinai hujansebelum kau dan dia berhenti menatap angin yangmenghempas gelombang, malam itu Kutaradja, 20 Agustus 2...

Read more…

Awal Sebuah Pertemuan

Karya: Fira Alhaura Sebuah titah yang mengatakan kalau kau telah datang tapi ku tak temui bayangan itu pada pondok hening punyamu. ku cari mengitari halamanmu dengan gundah ku berulang-ulang terus menyabat tiap tirai pengganggu haluan tapi tetap tak ku temui bayanganmu pada ujung benang yang telah ku rentangkan Kutaradja, 7 Agustus 201...

Read more…

Senin, 19 September 2011

Kriteria Cowok

Oleh: Nazar Shah Alamsumber: Harian Aceh, 13 September 2011 Alkisah, ini cerita berulang kembali ke beberapa tahun lalu. Tentang sekawanan perempuan yang akrab sekali berkawan-kawan. Suzanna, Maryam, Jeniffer,dan Maysaroh. Lazimnya gadis jika sudah melipir dari panas siang, mereka akan membicarakan banyak hal; serupa menggunjing. Siang itu mereka duduk di tempat biasa, yakni di bawah rindang mahoni depan kampus lama mereka di Universitas Shah Alam. Sekian lama di sana mereka membicarakan banyak...

Read more…

Sang Perisau

Oleh: Nazar Shah Alam Sumber: Harian Aceh, 18 September 2011 Dalam cenung, terkadang aku merasa sekali bahwa aku adalah seorang perisau. Risau akan semua keadaan yang pantas dan bahkan hingga yang tak pantas kubawa risau. Maka, bila risau datang dengan gelagat paling menakutkan dalam hatiku, aku menjadi seorang penyendiri. Terasing dan, kemudian jadilah aku pengumpat. Ya, untuk kampung yang penuh racau, kacau-balau, selain mengumpat, apalagi yang bisa memunahkan risau? Hanya dengan ...

Read more…

Jumat, 09 September 2011

Universitas Samping Unsyiah

Oleh: Makmur DimilaSumber: Harian Aceh Ada beberapa pemain Timnas Indonesia bernama unik, kata kawan Je. Bambang ‘Pemangkas’ Rambut, Binatang ‘Boas’ Solossa, dan El ‘Locomotif’ Gonzales. Namun mereka tak menunjukkan tajinya sesuai nama. Bambang tak secermat dalam memangkas. Gonzales tak secepat lokomotif kereta api. Solossa tak sebuas binatang.Komentar itu lahir setelah Indonesia ditaklukkan Bahrain dua gol tanpa balas di ajang Pra Piala Dunia 2014. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno...

Read more…

Hari Raya

Oleh: Nazar Shah Alam Sumber: Harian Aceh, 08 September 2011 Hari raya di kampung Pengko berjalan begitu meriah. Walaupun dalam penentuan waktu tepat lebaran terjadi kesimpangsiuran, namun kemudian diputuskan juga akan dilaksanakan pada hari Rabu.Alasannya sama, musabab mendung anak bulan tak nampak. Padahal, ketika pada malam keempat hari raya bulan muncul, terlihat bentuknya sudah serupa lima. Tapi sudahlah, tohPengko telah berpuasa pada hari Selasa itu. Baginya, segala keputusan para...

Read more…

Puasa dan Etika Jalan Raya

Oleh: Sammy Khalifa Sumber: Harian Aceh, 23 Agustus 2011 angingunungombaktinggi.blogspot.com Inti dari berpuasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya. Kriteria larangan yang dimaksudkan dalam berpuasa itu sangat jelas dikemukakan dalam Islam. Yaitu aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pemuasan nafsu naluriah manusia seperti makan, minum, berhubungan suami-istri, dan...

Read more…

Kamis, 08 September 2011

Haba Peuingat

Karya: Ferdian A Majni Sumber: Serambi Indonesia, Minggu 13 Maret 2011 Krue seumangat Acèh lon tanôh mulia nanggroe keuramat bak Syiah Kuala nyoekeuh sabôh ceurita wahee teungku meutuah bek na nyang teupeh bak sya’ee lon rawi soe nyang na kuasa piyôh hai siat takalôn nanggroe ka salah kiblat lê that macam aneuk lahee di Acèh na nyang peugah dröe geng motor honda ayah bloe peuget keu judi oh jula malam balap cöt ikue na nyang peugah droe aneuk emo beulanja ayah bri peuget keu gaya uroe ngon malam...

Read more…

Makmeugang

Oleh: Iqbal Gubey Sumber: Harian Aceh, 03 Juli 2011 Pelaksanaan makmeugang atau urau meugang sudah turun temurun dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat Aceh. Makmeugang dilaksanakan 3 kali dalam setahun yaitu meugang puasa, meugang urau raya puasa, dan meugang urau raya haji. Penamaan hari makmeugang itu berasal dari kata gang dalam Bahasa Aceh berarti pasar, di mana dalamnya terdapat penjual...

Read more…

Alkhamdulillah

Oleh: Nazar Shah Alam Sumber: Harian Aceh, 01 Agustus 2011 Pada dasarnya, ini cerita lebih ingin membahas tentang bagaimana sebuah dialek bahkan mampu mengubah kata atau suku kata tertentu hingga yang menjurus pada pengucapan kata yang berbau religius sekalipun. Semisal menyebut “Allah” yang dalam dialek Jawa malah terdengar “Alloh”, “Potallah” diucap “Potalah”, “Bismillah” di Aceh diucap “Biseumillah”, dan—untuk sementara sampai di sini bahasannya—“Alhamdulillah” oleh sebagian orang Aceh...

Read more…

Asmara Suboh

Oleh: Makmur DimilaSumber: Harian Aceh, 04 Agustus 2011 Asmara, kata yang banyak makna. Beda usia, tempat, suasana, akan beda penafsirannya. Dalam bulan puasa Ramadhan, orang Aceh sepertinya setiap hari mendengar kata ‘asmara’ kala subuh tiba. Lebih-lebih bagi muda-mudi, nyaris saban hari menikmati asmara subuh dengan jalan-jalan di jalan negara dalam kampungnya, sehingga populer dengan sebutan asmara suboh.Ada tujuh tipe penyuka rutinitas ini. Pertama, orang yang tak salat subuh berjamaah—bahkan...

Read more…

Lupa Ingat

Oleh: Makmur DimilaSumber: Harian Aceh, 20 Agustus 2011 Pagi bertanggal dan bulan kemerdekaan Indonesia yang mendung, Je mendatangi lapangan Blangpadang Banda Aceh untuk memantau keberlangsungan upacara bendera HUT RI ke-66. Sengaja datang karena sudah tahu kalau Inspektur Uparaca (Irup)-nya adalah Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang konon katanya tak pandai berpidato. Mulanya, acara lancar saja. Tapi Je terpingkal-pingkal di suatu momen saat sang Irup memimpin lagu Mengheningkan Cipta. Seperti...

Read more…

Khutbah

Oleh: Nazar Shah AlamSumber: Harian Aceh, 05 Agustus 2011Konon, dalam bulan Ramadhan ini Pengko berniat untuk memperbaiki kebiasaan ibadahnya. Paling kurang ia sudah lebih rajin shalat dan berbuat kebaikan. Di hati ia berniat jika Ramadhan selesai maka ia mesti menjadi orang yang lebih baik dari waktu sebelumnya, baik dari segi amal ibadah maupun dari segi sikap. Maka mulailah ia rajin melaksanakan ibadah wajib dan sunnah. Dikuranginya kebiasaan yang selama ini  lebih banyak mendatangkan...

Read more…

Korban Iklan

Oleh: Makmur DimilaSumber: Harian Aceh, 07 Agustus 2011  Asal puasa atau mau lebaran, beberapa iklan yang membuat anak-anak merengek-rengek, remaja-remaja termehek-mehek, orangtua capek, muncul di layar kaca. “Apa penyebab orang-orang dari menonton televisi bisa menjadi korban iklan?” tanya Je pada Ari. “Hom,” sahutnya, menggeleng kepala.Sebelum Je beri tahu rahasianya, ia ingin menceritakan kebiasaan kawan-kawannya masa kecil. Ketika belajar berpuasa masa-masa SD, Si Him selalu merengek...

Read more…