
Karya
Alhusni Aris
Setiap aku menuliskan kenangan
tentang istriku, selalu saja ada
lelaki, mungkin gila, menanyakan
“Istriku di mana?”
Kubawa istriku ke sebuah gubuk
jauh dari keramaian
Kupasung kakinya dan
kurantai tangannya.
“Ini istrimu,” kataku. “Tinggallah bersamanya
jangan tinggalkan ia.”
Aneh, ia meludahiku dan berkata,
“Ini istrimu, bukan istriku.”
Pagi tadi kudapati...