
Karya : Musmarwan Abdullah
Aku berjalan kaki menempuh
jalan pinggiran kota menuju ke kantor redaksi. Cerpenku kali ini dimuat pada
saat yang tepat, di saat aku membutuhkan uang sesedikit apapun. Nah, cuma itu
yang ingin kusampaikan padamu, kawan.
Selebihnya, tak ada yang dapat
kuceritakan. Di ruang langit menggelantung awan-asap mesiu. Di hamparan tanah,
darah berpercikan di batu-batu jalan....